Herlan sukses dengan Tiga Usaha

1296881177herlanSekarang ia memiliki tiga kegiatan usaha, yaitu Kursus Bahasa Korea, Foto Copy dan Percetakan serta batu belah. Dari tiga bisnsinya itu, dalam sebulan Herlan bisa meraih omset Rp 12 juta. Februari 2000 Herlan pergi ke Korea. Ia bekerja di perusahaan pengecetan mobil Daewoo. Saat bekerja ia mendapatkan gaji sebesar Rp 3, 8 juta perbulannya, sedangkan jika lembur Herlan bisa memperoleh gaji sebesar Rp 7,5 juta perbulannya.

“Bekerja di Korea sangat nyaman semua hak-hak pekerja sangat terjamin dan terpenuhi. Karenaya saya sangat betah disana,” papar Herlan yang mengaku pernah dua kali bekerja di perusahaan Korea ini.’

Selama 1 tahun dua bulan ia bekerja di pengecetan mobil Daewo. Kemudian pada pertengahan 2002 ia pindah bekerja pada perusahaan peleburan plastik. Barulah pada 2005 bapak dari tiga anak ini pulang ke kampung halamannya di Lampung Timur.
“Di perusahaan yang kedua saya bekerja selama tiga tahun. Untuk gaji diperusahaan peleburan plastik lebih tinggi dari perusahaan pertama. Dalam sebulan saya bisa memperoleh gaji Rp 4,8 juta dan jika ditambah lembur saya bisa dapat Rp 9-10 juta,” jelasnya.

Setelah pulang ke tanah air, pria kelahiran Lampung Timur, 26 Mei 1974 ini kemudian membukalembaga kursus bahasa Korea. Ia mengaku peluang membuka kursus bahasa Korea sangat menjanjikan karena banyak calon TKI yang ingin bekerja disana.

“Pada 2005 saya langsung membuka kursus bahasa Korea di Metro. Selama berdiri sampai sekarang sudah ada sekitar 400calon TKI yang kursus di tempat saya. Dan sekitar 200 orang mereka kini bekerja di Korea melalui program Government To Government (G TO G) BNP2TKI,” tuturnya.

Dalam melaksanakan operasional lembaga kursusnya, ia dibantu istrinya Amelia Silvana dan seorang pengajar. “Saya bertindak sebagai kepala kursus. Untuk manajemen sudah saya serahkan kepada istri,” paparnya.’
Selain membuka kursus, Herlan juga mempunyai usaha foto copy dan percetakan. Ia mengaku usaha foto copy dan percetakannnya dirintis sejak tahun 2003. Saat itu Herlan masih bekerja di Korea dan istrinya yang menjalankan usaha tersebut.

“Modal yang dipakai membuka kursus dan bisnis foto copy dan percetakan saya dapat dari hasilKorea. Alhamdulillah semuanya sekarang berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” jelas Herlan yang mengaku mempekerjakanlima pegawai pada usaha foto copy dan percetakan itu.

Selain dua bisnis tersebut, Herlan juga mempunyai usaha batu belah. Usaha ini ia rintis pada pertengahan 2009. Untuk bisnis batu belah, Herlan masih bekerjasama dengan orang lain alias bagi hasil.
“Dari ketiga usaha yang saya geluti setiap bulan saya memperolah omset sekitar Rp 12 juta. Setelah dipotong biaya operasional dan bayar gaji pegawai, perbulannya saya dapat untung Rp 6-7 juta,” tuturnya.
DTKI/Ollen

Check Also

Testimoni: Imam Choiri

Assalamu’alaikummm wr..wb. Nama Saya: Imam Choiri Tempat,tgl/lahir: Kediri, 11 Juni 1980 Jenis kelamin: Laki-laki Alamat: …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *